Category Archives: Personal

Playdough

Lagi-lagi tulisan ini adalah tentang subyektivitas saya dalam memandang proses Pilpres 2014. Sekali lagi, ini adalah subyektivitas saya pribadi. 9 Juli 2014 kemarin, Indonesia telah memilih. Saya pun akhirnya juga memilih. Berangkat dari hasil proses hibernasi sebagai warga negara sebelumnya, saya memutuskan

Playdough

Lagi-lagi tulisan ini adalah tentang subyektivitas saya dalam memandang proses Pilpres 2014. Sekali lagi, ini adalah subyektivitas saya pribadi. 9 Juli 2014 kemarin, Indonesia telah memilih. Saya pun akhirnya juga memilih. Berangkat dari hasil proses hibernasi sebagai warga negara sebelumnya, saya memutuskan

Musyawarah Diri

Tulisan panjang ini 100% adalah sebuah ulasan general dari subyektivitas saya terhadap fenomena pemilu presiden 2014. Saya tidak sedang berkampanye, karena saya sedianya adalah seorang golput sejati. Namun kali ini saya mencoba bersikap seimbang terhadap kedua pilihan, berdiri memandang dari kedua

Musyawarah Diri

Tulisan panjang ini 100% adalah sebuah ulasan general dari subyektivitas saya terhadap fenomena pemilu presiden 2014. Saya tidak sedang berkampanye, karena saya sedianya adalah seorang golput sejati. Namun kali ini saya mencoba bersikap seimbang terhadap kedua pilihan, berdiri memandang dari kedua

Mengintip di Balik Layar Pilpres 2014

Melihat perkembangan situasi di level pemilih, saya melihat semakin besar jurang pemisah antara fans capres satu dan lainnya. Masing-masing bertahan dengan keyakinannya dan semakin ke sini, masing-masing jadi semakin gemar mencemooh dan saling meledek dengan lawan mainnya. Buat saya, ini

Mengintip di Balik Layar Pilpres 2014

Melihat perkembangan situasi di level pemilih, saya melihat semakin besar jurang pemisah antara fans capres satu dan lainnya. Masing-masing bertahan dengan keyakinannya dan semakin ke sini, masing-masing jadi semakin gemar mencemooh dan saling meledek dengan lawan mainnya. Buat saya, ini

Mereka Selalu Berdua

Sore itu, ia duduk di teras sendiri sambil membaca koran tipis tanpa warna. Sang istri mendekatinya, dengan dua cangkir kopi panas. Duduk berdua di teras kebanggan mereka. Memandang ke arah lembah perawan, tempat sang istri biasa berlabuh ketika mereka sedang

Mereka Selalu Berdua

Sore itu, ia duduk di teras sendiri sambil membaca koran tipis tanpa warna. Sang istri mendekatinya, dengan dua cangkir kopi panas. Duduk berdua di teras kebanggan mereka. Memandang ke arah lembah perawan, tempat sang istri biasa berlabuh ketika mereka sedang

Belajar yuk! Yuk belajar!

Sebuah repost dari blog multiply saya dulu: Dalam dunia kreatif, banyak sekali hal yang bisa kita pelajari, terutama bagi praktisi kreatif itu sendiri. Untuk mempertajam kemampuan kreasi kita. Kemampuan untuk berkarya. Dalam proses belajar, tanpa sadar kita sering menganalisa banyak

Belajar yuk! Yuk belajar!

Sebuah repost dari blog multiply saya dulu: Dalam dunia kreatif, banyak sekali hal yang bisa kita pelajari, terutama bagi praktisi kreatif itu sendiri. Untuk mempertajam kemampuan kreasi kita. Kemampuan untuk berkarya. Dalam proses belajar, tanpa sadar kita sering menganalisa banyak

Anniversary Gift from God

This is my latest video about my daughter, the precious gem He gave us. Alhamdulillah.

Anniversary Gift from God

This is my latest video about my daughter, the precious gem He gave us. Alhamdulillah.

23 – 25 Juni 2007

Butuh waktu lama untuk bisa menterjemahkan apa yang aku alami dalam hati ini di beberapa minggu terakhir ke dalam tulisan ini. Dua kejadian besar yang menguras banyak tenaga, pikiran dan perasaan. Singkatnya, setelah melewati dua kali rangkaian mondar-mandirnya Aiiia ke

23 – 25 Juni 2007

Butuh waktu lama untuk bisa menterjemahkan apa yang aku alami dalam hati ini di beberapa minggu terakhir ke dalam tulisan ini. Dua kejadian besar yang menguras banyak tenaga, pikiran dan perasaan. Singkatnya, setelah melewati dua kali rangkaian mondar-mandirnya Aiiia ke

Lebaran hanyalah sebuah istilah

Lebaran, untukku bukanlah sebuah waktu untuk bermaafan belaka. Bukan juga waktu untuk berkumpulnya sempalan-sempalan darah daging orangtuaku. Bukan saat yang tepat untuk menggelitik lidah dengan genap cita dan rasa. Bukan sebuah fenomena kebebasan dan keceriaan belaka. Lebaran, untukku adalah jebakan

Lebaran hanyalah sebuah istilah

Lebaran, untukku bukanlah sebuah waktu untuk bermaafan belaka. Bukan juga waktu untuk berkumpulnya sempalan-sempalan darah daging orangtuaku. Bukan saat yang tepat untuk menggelitik lidah dengan genap cita dan rasa. Bukan sebuah fenomena kebebasan dan keceriaan belaka. Lebaran, untukku adalah jebakan

Buat Kalian Mungkin Klise

Pernah kusebut cita-cita dan impianku di bumi. Mungkin sudah berpuluh orang sudah mentertawakanku. Beratus orang mencibirku. Tak sedikit pula yang menahan senyum mendengar apa yang ada di hati, jiwa dan kepalaku. Bahkan mungkin Anda sendiri yang sedang membaca tulisan ini

Buat Kalian Mungkin Klise

Pernah kusebut cita-cita dan impianku di bumi. Mungkin sudah berpuluh orang sudah mentertawakanku. Beratus orang mencibirku. Tak sedikit pula yang menahan senyum mendengar apa yang ada di hati, jiwa dan kepalaku. Bahkan mungkin Anda sendiri yang sedang membaca tulisan ini

Bapak-bapak

Geli menggelitik ketika aku menghabiskan waktu di Thai Express sore hari ini sambil menunggu kedatangan ibu dan kakakku. Mengapa kugeli? Hehe.. Karena tepat di sebelahku, duduk sekitar 8 orang bapak-bapak yang masih berkemeja, tampaknya baru pulang bekerja atau seminar, sedang

Bapak-bapak

Geli menggelitik ketika aku menghabiskan waktu di Thai Express sore hari ini sambil menunggu kedatangan ibu dan kakakku. Mengapa kugeli? Hehe.. Karena tepat di sebelahku, duduk sekitar 8 orang bapak-bapak yang masih berkemeja, tampaknya baru pulang bekerja atau seminar, sedang